DiAntara Kebahagiaan, Cinta, dan Perselingkuhan : 25 Cerpen Kahitna by Kahitna. Cerpen: Menggadai Kebahagiaan - Takanta | Suara Kenangan. 21+ Contoh Cerpen Singkat Persahabatan, Cinta, Lucu, Pendidikan. Cerpen Anak: Aku dan Alea - Semua Halaman - Bobo. 20+ di antara kebahagiaan cinta dan perselingkuhan cerpen kahitna harga Rp 52ribu | inkuiri.com
Cerpenkeluarga - Antara cinta dan kenangan, keduanya sangat ingin ia miliki dan pertahankan. Ia tidak sanggup jika harus melepaskan salah satu darinya, sebab ia membutuhkan cinta dan ingin memberi cinta pada satu-satunya yang tersisa selain kenangan. Satu-satunya yang ia jaga dan sayangi, sebagai warisan dan hadiah yang paling berharga dari
CerpenCinta Terbaru dan Teranyar 2015 - Silahkan Baca Selengkapnya Artikel Berjudul Cerpen Cinta Terbaru dan Teranyar 2015 dan Semoga bermanfaat saya pribadi juga sedikit terharu sesudah baca cerpen yang berisikan kata mutiara cinta. bila sahabat penasaran dapat cerpen cinta ini.. Cerpen Cinta Terbaru dan Teranyar 2015: CERPEN CINTA
Persahabatankami telah berlangsung lebih dari dua tahun. Kali pertama bertemu dengan Eater, ketika aku membuka rekening private bankingdimana dia bekerja. Sejak itu kami menjadi akrab dan kadang, bila ada waktu senggang, kami makan malam di luar. Ayah Ester adalah orang German sementara ibunya adalah orang Jawa.
Kumpulancerpen ini memuat 22 contoh cerpen persahabatan, cinta, kehidupan, misteri, hantu & lucu dan berbagai contoh cerpen singkat.
CerpenCinta : Seorang Gadis Itu; Cerpen Cinta : Ama yang Begitu Mencintai Bunga Kamboja; Cerpen Cinta : Cinta Tak Bertuan; Cerpen Cinta : Pacarku Ada Lima; Cerpen Cinta : Semangkok Acar untuk Tuhan dan Cinta ; Cerpen Cinta : Aku Cinta Sahabatku; Cerpen Cinta : Antara Sahabat dan Cinta pertama; Cerpen Cinta : Cinta Tak Pernah Salah
EYRk. Cerpen Karangan SelawatiKategori Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja Lolos moderasi pada 6 May 2019 Cinta itu bisa datang kapan saja, terkadang hati ini bingung untuk memilih cinta ataupun persahabatan. Banyak orang lebih memilih orang yang dicintainya dibandingkan memilih sahabat. Cinta juga bisa membutakan seseorang. Sehingga pertengkaran timbul ketika cinta itu datang dan merusak sebuah persahabatan. Tapi tidak dengan gue dan berbeda dari kisah-kisah sebelumnya. Nama gue Renata, gue biasa dipanggil Rere oleh teman-teman sekelas gue. Gue mempunyai seorang sahabat yang bernama Tisya. Kita bersahabat sejak memulai masuk sma, kita selalu akur, mengerjakan tugas bersama, jalan bareng, dan dari sekian perjalanan mengenai persahabatan kita, gue dengan Tisya gak pernah berantem sama sekali. Eemmm selain Tisya ada juga Andra, dia juga sahabat gue sama seperti Tisya tapi bedanya Tisya itu perempuan dan Andra itu laki-laki, hehee. Sejak masuk sma Andra itu sudah menyimpan rasa sama gue, tapiii gue belum bisa mempunyai rasa yang sama seperti Andra. Berbagai cara yang Andra lakukan demi merebut hati gue, sayangnya hati ini telah dicuri oleh seseorang yang belum lama gue kenal. Gue tau dia memang enggak menyukai gue, tapi mengapa hati ini selalu tertuju padanya dan akhirnya gue lebih mengetahui siapa yang lebih pantas ada di dalam hati ini. Waktu itu, Bel sekolah berbunyi, hari ini adalah hari senin saatnya jadwal Upacara di sekolah. “Yuuu Tis kita ke lapangan hari ini kan upacara!” “Ayu, tapi makanan gue belum abis re” sambil menyuapkan nasi besera lauknya dari tempat nasinya “ya ampun loe mah mah makan mulu kerjaanya Tis” sambil merasa gelisah takut telat berbaris Tisya langsung membereskan makanan dan minumannya. Lalu gue menarik tangan Tisya hendak berjalan menuju lapangan. Dikarenakan kelas gue ada di lantai 3, gue jalan cepat dengan terburu-buru. Huhhhh untung saja upacara belum di mulai, gue dan Tisya kali ini berkesempatan ada di barisan depan. Dari lapangan terlihat seorang anak laki-laki yang belum gue kenal namanya, dari situ timbulah rasa penasaran gue dan akhirnya gue bertanya dengan cowok yang ada di sebelah gue. “Hey, itu siapa ya? kayanya baru liat gue!” “Enggak tau, anak baru kali” Tisya ikut-ikutan penasaran dan Tisya menyolek sambil berbisik-bisik kepada gue. “Re, itu siapa sih? Lu kenal sama dia?” “Enggak!” “Ganteng yaaa?” sambil senyum-senyum gitu sih ngomongnya “apaan sih Tis! biasa ajah kali!” Tanpa disadari ternyata kepala sekolah melihat kita berdua sedang ngobrol dan akhirnya gue diperintahkan untuk menjadi protokol. Sesampai di depan mic dan berhadapan dengan siswa/siswa sekolah gue, lagi-lagi gue melihat cowok yang barusan aja diomongin sama Tisya. Emang ya gak bisa dipungkiri ternyata emang tuh cowok ganteng banget. Upacara pun siap dimulai, gue langsung membacakan “Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih, Hari… Tanggal… Tahun… siap di mulai” Tidak lama kemudian… Upacarapun telah selesai, barisan dibubarkan dan semua murid masuk ke kelas masing-masing. Ketika gue hendak naik anak tangga, tidak sengaja gue terpeleset dan jatuh. Malu banget rasanya, ingin memanggil Tisya tapi tiba-tiba suara ini jadi serek. Ketika ingin bangun, gue melihat uluran tangan seseorang yang ingin membantu gue bangun dan ternyata… dia lagi, dia lagi. Tapi yaudahlah gak papa dari pada gue tolak niat baik anak baru itu. Aduhhhh, ternyata Tisya melihat gue, gue jadi malu sama Tisya dan anak baru itu. Karena itu Tisya jadi balik lagi ke tempat dimana gue jatuh tadi, dan menarik tangan gue. “Loe tuh kecentilan banget sih?” “Apaan si? orang gue jatuh terus dia nolongin gue, abis gue udah manggil loe, loe malah gak denger!” Suasana kelas masih ramai dikarenakan guru belum masuk ke kelas, tapi suasana itu berubah menjadi sepi ketika Pak Joko datang dengan membawa anak baru. Gue sedang menunduk, tapi Tisya tiba-tiba agak rempong dan mulai membicarakan hal itu lagi. “Re, re, re, rereeeeeeee!” sambil menyolek pundak gue “Apaan sih tis?” dan gue langsung menengok ke arah Pak Joko, lagi-lagi gue tersipu malu saat melihat anak baru itu lagi, tapi di sisi lain Tisya yang malah menjadi salah tingkah ketika melihat anak baru itu. Lalu anak baru itu memperkenalkan dirinya di depan kelas, ternyata namanya adalah Danar. Ketika ia sudah memperkenalkan dirinya, Pak Joko menyuruhnya duduk di samping gue. Eeemmm inimah namanya “Pucuk dicinta, ulam pun tiba” gue hanya bisa tertawa di dalam hati saja. Danar tersenyum ketika melihat gue, dan gue membalas senyuman Danar. Huhhhh ternyata ketika gue melihat ke arah Tisya, Tisya sedang senyum-senyum dengan Danar itu tandanya Danar gak tersenyum sama gue, tapi sama Tisya. “Yaudah lah gak papa” Bel istirahatpun berbunyi, Tisya istirahat di kelas sedangkan gue diajak ke kantin oleh Andra “Re, jajan yuu!” “Bentar yaa ndra, gue mau ngajak Danar ke kantin juga!” Danar yang masih sibuk menulis, belum juga beranjak ingin pergi ke kantin Akhirnya gue ke kantin hanya berdua dengan Andra, yaa di karenakan Danar enggak mau diajak ke kantin bareng gue. Ketika gue hendak makan di kantin dengan Andra tiba-tiba gue melihat Danar yang sedang ingin memesan makanan di kantin bersama Tisya. Dan gue pun langsung menghampiri mereka berdua. “Tis, loe bukannya bawa makan yaa?” “yaa emank, gue ke sini cuma mau nganterin Danar kok!” Langsung saja gue mengajak Danar makan satu meja dengan gue dan Andra, sedangkan Tisya dia hanya memesan minuman saja. “Tadi, kenapa gak barengan ajah ke kantinnya bareng… gue!” “Yaa tadi kan gue masih nulis, gak bagus juga kalo menunda-nunda pekerjaan!“ Andra malah pura-pura batuk ketika melihat gue dengan Danar ngobrol. Setelah semua makanan sudah habis Danar mulai menanyakan hal-hal yang belum Danar ketahui. “Oh yaa, gue kan belum tau nama kalian, kecuali Tisya udah kenal!” Sambil tersenyum kepada Tisya dan Tisya membalas senyuman Danar. Gue memperkenalkan nama gue ke Danar dengan gaya yang sok kenal sok deket gitu deh. Selanjutnya Andra yang memperkenalkan diri kepada Danar dan Andra menjelaskan bahwa kita bertiga bersahabat sejak kita masuk sma. Kata Andra, “Kecuali kalo Rere mau jadi pacar gue, baru statusnya berubah!” “Apaan sih Andra?” gue sambil mencubit pinggang Andra Sedangkan Danar dan Tisya hanya tertawa ajah, dan sejak itulah Danar mulai bergabung dan mulai menjalin pertemanan dengan kita bertiga Ketika pulang sekolah gue jadi ngerasa gak mood dan ingin pulang sendirian. Tapi Andra ngajak gue pulang bareng naik motornya. Andra memaksa dan mengejar-ngejar gue, tapi tetap gue lebih memilih pulang sendirian dan Andra menuruti apa kata gue. Dari kejauhan Tisya memanggil gue, gue pura-pura gak denger dan jalan terus, tidak lama kemudian Tisya menghampiri “Re, gue panggil juga!” Gue hanya diam saja, Tisya bertanya-tanya dan gue hanya menjawab “Gue lagi gak mood Tis, ngerti kan?” Lalu Tisya bertanya kepada Andra tapi Andra tidak mengetahuinya. Danar memanggil Tisya dari belakang dan mengajak Tisya pulang bareng. Berhubung rumah Tisya dan Danar gangnya agak berdekatan, Tisya mau. Eemmm karena sebelumnya mereka telah bertanya-tanya. Gue menengok ke belakang, mood ini pun semakin berkurang, gue memutuskan untuk lari dari mereka. Saat di rumah entah mengapa gue selalu teringat Danar, tapi sedikit kesal saat teringat Tisya dekat dengan Danar. Terdengar dari ruang kamar ada yang mengetuk-ngetuk pintu rumah gue “tok, tok, tok! Assalamualaikum Rere” “waalaikum sallam!” Saat gue membukakan pintu, ternyata Tisya dan dan Andra yang datang ke rumah. Mereka sudah berganti pakaian dan mereka menanyakan hal yang di sekolah tadi. Gue pura-pura menyimpan semuanya akhirnya gue dan Tisya seperti biasa lagi, kita memulai canda tawa lagi, tapi Tisya menanyakan sesuatu. “Apa jangan-jangan tadi loe gak mood gara-gara gue deket sama Danar?” “Enggak lah, apaan sih?” gue mendorong pundak Tisya dan sambil tertawa dan seolah tidak ada apa-apa. “Sudah, sudah!” Andra ikut berbicara “Gimana kalo kita rayain persahabatan kita ini, kita makan, nonton atau apa kemana gitu?” “Eemmm boleh, tapi ajak Danar ya?” sahut gue “boleh…!” jawab Tisya Sepulang sekolah kita sudah merencanakan untuk pergi nonton, dan kebetulan ada film yang gue suka pemainnya. Pulang kerumah, berganti pakain, dan cussss otw nonton. Sebelum pulang sekolah gue dan temen-temen sepakat untuk ketemuan di taman dekat rumah gue. Tidak sesuai rencana, yang tadinya kita berempat sepakat untuk naik angkot, tapi Danar malah membawa motor dan membonceng Tisya. “Aduh, lagi-lagi Tisya sama Danar”. Tidak lama kemudian Andra datang dan membawa motor juga, Andra turun dan menjelaskan semuanya, sebelum gue marah duluan. “Re, maaf ya! gak sesuai kesepakatan. Tadi Danar nelpon gue katanya kita naik motor ajah, ya udah akhirnya gue bawa motor deh!” “ya udah, ya udah… terserah kalian ajah deh!” Dengan sangat berat hati, Danar membonceng Tisya dan Andra udah pasti membonceng gue. Rasa iri, kesal, sakit hati, bercampur jadi satu. Cuma bisa diam saat melihat mereka berdua. Ketika hendak beli tiket, yang yang mengumpulkan uangnya jadi satu agar Andra saja yang membelikan tiket, tapi gue gak dimintain uang tiket oleh Andra, malah dibayarin sama dia bahkan Andra membelikan gue pop corn dan minuman buat gw “Begitu baiknya hati Andra” dalam hati, gue berucap. Sementara Danar dan Tisya, dia malah asik ngobrol berdua dan gue malah diabaikan. Ya udahlah, gak papa untuk kesekian kalinya. Kita berempat akhirnya masuk dan duduk. Gue bersebelahan Andra dan Tisya bersebelahan Danar. Film sudah dimulai, ketika gue tertawa saat sedang menonton, Andra menengok kearah gue sambil tersenyum, dan gue membalas senyuman Andra. 2 jam sudah terlewatkan, film pun sudah selesai Kita berempat siap-siap untuk pulang, Danar mengajak kami untuk makan dulu sebelum pulang tapi gue menolak dan ingin langsung pulang saja. Di tengah jalan kita berempat terpisah, motor Andra belok kanan dan Danar belok kiri. Gue bilang ke Andra agar mengendarai motornya agak cepat, karena ingin buru-buru sampai rumah dan menyendiri. Akhirnya sampai juga, tapi Andra bertanya penasaran karena gue yang suka tiba-tiba hilang semangat. “Loe kenapa sih re? suka jadi gak semangat gitu?” Karena Andra bertanya seperti itu, gue mengajak Andra untuk duduk dulu di taman dan menceritakan semuanya dengan Andra mengenai apa yang gue rasa saat di depan Danar dan betapa irinya gue saat melihat Danar dekat-dekat dengan Tisya. Tiba-tiba kepala gue pusing, dan gue memberhentikan pembicaraan dan gue istirahat di rumah. Dering handphone gue berbunyi, ternyata Tisya yang menelepon gue. “Ada apa ya Tisya menelepon?” gue bertanya-tanya sendiri dan langsung mengangkat telepon dari Tisya “Halo, iyaa Tis kenapa?” “Re pokonya hari ini gue seneng banget, to the point ajah ya re!” Tisya menceritakan bahwa Danar mengungkapkan bahwa ia menyukai Tisya sejak pandangan pertama dan akhirnya mereka jadian. Dengan rasa kaget gue langsung menutup pembicaraan di telepon dengan Tisya. Kepala ini semakin pusing ketika mendengar pembicaraan itu dan gue jadi merasa tidak enak badan. Ketika di sekolah, “Danar, Andra! rere ke mana ya? apa dia gak masuk hari ini?” Andra menarik tangan Tisya dan membicarakan semuanya tentang apa yang kemarin gue ceritakan kepada Andra. Tisya merasa kaget ketika sudah mendengar semuanya. Gue yang masih di kamar dengan ditemani selimut tebal dan masih terbaring dengan lemas mendengar pintu depan ada yang mengetuk-ngetuk, adik gue yang membukakan pintunya. Ternyata Danar, Andra dan Tisya yang masih memakai seragam sekolah. Membuka pintu kamar, masuk dan Tisya langsung memeluk gue. Tisya menangis dan merasa menyesal karena sudah menerima Danar sebagai pacarnya. Tisya menceritakan bahwa ia telah mengetahui apa yang gue rasakan sebenarnya melalui Andra. Gue mengusap air mata Tisya lalu Tisya mengatakan sesuatu. “Kenapa loe gak bilang dari dulu sih, re? kalo lu itu sebenernya…!” gue langsung memberhentikan perkataan Tisya “Udah Tis, gue rela ko demi sahabat gue! dan gue gak mau kalo Cuma gara-gara Danar persahabatan kita hancur?” “Apaa gue harus mutusin Danar, demi loe?” Tisya yang ingin bangun mengahampiri Danar tapi gue menahan tangan Tisya dan gue bilang “gak perlu Tis!” “Tapi re?” Andra yang tadinya ada di dekat gue, tiba-tiba terlihat ingin keluar dan sepertinya ingin menyendiri tapi gue langsung memanggil Andra. Gue memaksakan diri untuk menghampiri Andra, gue minta maaf kepada Andra, gue sadar selama ini perhatian Andra ke gue itu melebihi kepada seorang sahabat. Dan sekarang gue tau siapa yang pantas ada di hati gue, Andra tersenyum dan menjadi salah tingkah. Tapi, gue gak mau jadi pacar Andra sekarang, melainkan kalo udah lulus sma nanti. Dan Andra juga berjanji bahwa ia akan selalu setia untuk nungguin gue. THE END Cerpen Karangan selawati Blog / Facebook sellawatie[-at-] Nama Selawati TTL Bogor, 18 Maret 1997 Agama Islam Alamat kp. Pabuaran rt 02/11 Bojonggede Bogor Hobi Menulis Cerpen Antara Cinta dan Persahabatan merupakan cerita pendek karangan Selawati, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Belum Ada Judul Oleh Ati Santika S “Ck!” Sheira berdecak kesal sambil merebahkan dirinya ke ranjang. “Menyebalkan!” sambungnya, lalu menyimpan hp miliknya di atas bantal. “Kenapa lo kak?” ucap adik kembarnya, Tessa, yang sedang mengobrak-abrik lemari. Gerobak Dangdut Cinta Oleh Muhammad Rifki Suasana malam sudah mulai mencekam, lolongan anjing pun menambah kemistikan malam ini. Perkenalkan sebelumnya, nama gue Ricky ini kisah gue dan dua orang teman gue Darko dan Tomy, kita Trap On Trip Part 3 Oleh Al iz Kusuma Haaaahhh… Aku merebahkan diri pada hamparan pasir berbisik. Melihat sekitar yang masih tampak gelap gulita mengingatkanku pada sesuatu. Apa seperti ini ya padang mahsyar itu? Akhirnya dengan kekecewaan yang Hal Hal Terhorror Di Sekitarmu Oleh M Fauza Hanafi Aku menyilangkan kaki di sebuah cafe tak jauh dari tempat tinggalku. Di hadapanku seorang siswa SMA dan di sebelahku ada seorang siswa SMP. “Jadi..?” “Sehorror apa kisah lu?” tanyaku Aku Tak Butuh Jabatan Oleh Tsania Alfiina Firdaus Aku tak mengerti apa yang terjadi pada diriku. Apa yang membuatku salah di mata mereka sehingga aku harus dijauhi tanpa alasan yang jelas. Aku merasa sedih yang teramat, jiwaku “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
Hubungan yang terjalin antara satu orang dengan yang lainnya dengan mengutamakan saling percaya, mengasihi, saling membantu merupakan moment yang harmonis yang adalah arti dari persahabatan. Cinta sendiri adalah bahan utama yang bisa menyentuh hati semua orang, karena cinta tidak memandang orang tertentu tetapi setiap orang pasti merasakan cinta. Tak Heran, banyak Penulis cerita Novel, Cerpen, Puisi, Pantun dan syair lama mengutamakan tema persahabatan dan cinta yang bisa menyentuh perasaan setiap orang yang membaca buku mereka. Salah satu bentuk bacaan yang menarik adalah cerpen. Cerpen sendiri memiliki pengertian suatu bentuk prosa naraktif Fiktif. Dan berbeda dengan jenis cerita lainnya cerpen cenderung langsung pada tujuan dari pembahasan dibanding dari karya fiksi lainnya. Isi cerpen meliputi cerita tentang kehidupan seseorang yang dijelaskan secara singkat, padat, dan juga terdapat pesan moral yang disampaikan oleh penulis cerpen tersebut. Unsur-unsur pembuatan cerpen berbeda dengan Novel karena hanya menceritakan satu masalah yang harus diselesaikan oleh pemeran utama dalam cerita tersebut. Dan Manfaat dari membaca cerpen sendiri kita bisa membaca satu buah cerpen dalam waktu yang tidak terlalu lama atau sampai berlarut –larut. Ciri –ciri Cerpen terdiri dari 1000 sampai dengan kata saja. Cerita singkat dengan tema persahabatan dan cinta sama dengan cerpen lainnya yang memiliki struktur cerpen meliputi Abstrak, orientasi, Komplikasi, Evaluasi, Koda dan resolusi. Menarik bukan? Sobat suka membaca Cerpen? Sekarang ini ada banyak cerita pendek terkenal dan poluler di berbagai kalangan khususnya anak muda. Mulai Cerpen Fiksi, Perjuangan, Politik, Humor, Persahabatan dan cinta. Dari hal itu semua yang paling disukai orang –orang adalah hubungan pertemanan dan Cinta. Cerpen Menarik dengan latar belakang cerpen yang unik dengan judul yang membuat penasaran tentunya banyak di cari oleh para peminatnya. Sobat Mau tahu Cerpen terbaru yang yang sedang banyak di cari dan dibaca? Sebagai berikut adalah beberapa Cerpen Persahabatan dan cinta yang bisa buat baper sampai menangis yang sudah disusun dengan Sinopsis dan keterangan penulisnya yang recommended buat sobat simak dan nikmati di waktu santai. Cerpen Persahabatan dan Cinta Singkat Menyentuh Hati 1. Lelaki Sejati. Karya Putu Wijaya Cerpen ini menceritakan seputar percakapan seorang anak perempuan remaja yang bertanya pada ibunya tentang apakah yang membuat lelaki bisa menjadi seorang lelaki sejati. Karena Anak perempuan tersebut ingin tahu apakah cinta yang sejati bisa terwujud hanya dengan lelaki sejati saja? Sang Ibu berusaha menjelaskan dengan perasaan yang tercampur antara harapan dan kenyataan. 2. Bersiap Kecewa, Bersedih Tanpa Kata –kata. Karya Putu Wijaya Cerpen yang bercerita mengenai seorang pria yang pergi ke toko bunga. Latar belakang pria ini tidak memiliki keluarga, ia hanya sebatang kara, bunga yang ia beli diperuntukkan untuk dirinya sendiri pada hari ulang tahunnya. Namun, pada akhirnya ia menyerahkan bunga itu kepada wanita cantik penjaga Toko bunga tersebut. 3. Kado Istimewa. Karya Jujur Prananto Cerpen ini menceritakan kisah seorang Ibu desa yang dahulu pernah berjuang semasa kemerdekaan. Ia ingin menghadiri pernikahan Anak dari Pak Hargi yang juga mantan pejuang. Ibu tersebut sangat ingin hadir karena ia telah berjanji untuk hadir dipernikahan ini pada puluhan tahun yang lalu. Karena persahabatan erat di antara mereka ibu desa tersebut mencoba sgala cara untuk dapat hadir. 4. Antara Cinta dan Persahabatan. Karya Sutikno Cerpen ini membantu pembacanya untuk mengerti Arti penting dari persahabatan bahwa sahabat itu lebih penting daripada cinta, Dan bahwa sahabat sejati sangat sulit untuk dicari, Oleh sebab itu cerpen ini mengingatkan untuk jangan pernah menyiayiakan seorang sahabat sejati. 5. Aku atau Cinta yang salah. Karya Ridwan Setiawan Cerpen ini menceritakan seputar penantian seseorang dengan setia dilengkapi dengan kata kata yang puitis dan menyentuh hati bagi para pembacanya. Walaupun pada hakikatnya seseorang yang kita tunggu tak kunjung datang karena terlibat dalam cinta yang salah tapi dengan cinta itu juga ia rela menunggu dengan setia. Kisah ini akan membawa para pembaca dalam suasana yang romantis dan sedih. Uraian diatas merupakan Kumpulan Cerita pendek singkat yang bisa buat baper karena isinya yang menyentuh hati. Karangan dari beberapa penulis terkenal yang telah menerbitkan banyak cerpen berkualitas dapat menemani keseharian anda dalam bersantai. Jangan lupa untuk membaca Update-an terbaru dari karya penulis cerpen kesayangan anda tentunya dengan tema yang telah disusun sedemikian rupa agar Anda menyukainya. Selamat membaca, Semoga informasi ini bermanfaat dan terima kasih. Buat kalian yang inggin membaca beberapa Cerpen menarik lainnya bisa berkunjung ke situs Warta Pagi.
Cerpen Karangan SutiknoKategori Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Penyesalan, Cerpen Persahabatan Lolos moderasi pada 12 January 2014 Jam dinding sudah menunjukan jam Aku segera berangkat ke sekolah, aku bersekolah di SMP NEGERI 2 di daerah Jombang. Aku termasuk anak yang pendiam dan jenius. Aku punya teman yang bernama Diky, ia adalah sahabat terbaikku, kami berdua sering membicarakan tentang cinta. Hingga di suatu hari Diky bercerita kalau dia menyukai seorang perempuan cantik yang bernama Putri, Putri adalah sahabat terbaikku juga, jadi aku memberitahu putri bahwa Diky menyukainya. Putri juga pernah bercerita kepadaku kalau ia dulu juga mencintai Diky, jadi aku memberi tahu diky kalau putri juga mencintainya. Tanpa befikir lama lagi diky pun lansung menembak putri. Hingga akhirnya mereka berdua jadian. Hari demi hari mereka lalui dengan penuh rasa kasih sayang, dan penuh dengan kemesraan, bila mereka berdua ada masalah, aku selalu memberi masukan dan solusinya, hingga hubungan mereka kembali rekat lagi. Setelah 3 tahun kemudian, Aku dan teman teman satu sekolah mengadakan suatu perpisahan, perpisahan sekolah terasa sangat senang hingga kita semua sampai lupa waktu, hingga sore perpisahan pun belum salesai, adzan maghrib terdengar sedang berkumandang, kami semua segera bergantian mengambil air wudhu, setelah aku selesai wudhu, aku pun langsung mengambil microphone untuk mengumandangkan adzan maghrib. Setelah selesai sholat berjamaah kami semua berpamitan kepada guru guru kami, dan meminta doanya, agar kami semua bisa mencapai ke jenjang sekolah yang lebih tinggi dan menggapai cita cita kami. Kami semua pun segera pulang ke rumah masing masing dengan rasa bahagia dan capek. Jam berputar dengan cepat hingga tidak terasa bahwa aku dan teman teman harus mencari sekolah kejuruan yang kami inginkan. Aku pun mengajak diky untuk ke sekolah yang aku inginkan, akan tetapi diky tidak mau, karena ia kasihan sama orangtuanya yang tidak sanggup membiayainya, diky masuk ke sekolah yang agak relatif murah, yang biayanya dapat dijangkau oleh kedua orangtuanya. Aku memilih ke sekolah yang aku ingingkan. Pertama kali masuk ke sekolah kejuruan terasa seperti mimpi. Dari dulu aku memang ingin masuk ke sekolah kejuruaan. Aku memilih jurusan Teknik Komputer dan Jaringan atau TKJ. Aku memang menyukai dengan bidang elektronik. Setelah lama tidak bertemu dengan sahabatku diky, aku pun pergi main ke rumahnya setelah pulang dari sekolah. Setelah sampai di rumahnya diky, diky bercerita banyak tentang hubunganya dengan putri. Ian bercerita bahwa hubungan mereka sudah kandas di tengah jalan. Aku pun turut prihatin atas semua kejadian yang dialami oleh diky. Sepulang dari rumahnya diky, aku menuju ke rumahnya putri, aku bertanya ke putri “mengapa sampai hubungan kalian berdua kandas di tengah jalan?”, putri menjawab “sebenarnya aku dari dulu tidak mencintai diky, tapi aku mencintai kamu”. Aku pun terkejut dengan apa yang diucapkan oleh putri. Aku menjawab semua perkataan itu dengan lembut. “Aku sebenarnya juga mencintai kamu put, tapi aku memendam rasa itu karena aku tahu kalau sahabatku sendiri juga mencintai kamu…” Setelah perbincangan itu aku dan putri pun menjalin sebuah hubungan. Hubungan kami sangat istimewa, karena tidak ada masalah sedikit pun. Setelah 1 tahun berjalan, diky mengetahui kenapa putri memutuskan untuk pisah dengannya. Diky pun marah marah kepadaku. Sepanjang hari Aku selalu minta maaf kepadanya akan tetapi ia masih tidak mau memaafkan aku. Satu tahun kemudian, ia pun mau memaafkan aku dan melupakan semua yang terjadi, aku merasa sangat senang dan bahagia. Aku juga bercerita bahwa hubungan aku dengan putri sudah kandas di tengah jalan, diky bertanya kepadaku, “jangan bilang kalau gara-gara aku hubungan kalian kandas di tengah jalan, aku tidak bermaksud untuk menghancurkan hubungan kalian, tapi aku memang sangat marah dan kecewa sama kamu dan putri!”, aku menjawab pertanyaan itu “santai aja brow, bukan gara-gara kamu kok, tapi memang kita sudah tidak ada kecocokan lagi…”. Suatu hari, diky bercerita kepadaku kalau ia sedang naksir seorang temannya, temannya itu bernama Ayu. Aku sangat mendukung usaha diky untuk mencari hubungan lagi. Setelah aku dikenalin dengan ayu, kami jadi sering ketemu dan jalan bareng. Hingga kedekatan aku dengan ayu semakin dekat, rasa cinta mulai tumbuh di antara kita berdua. Tapi aku mulai sadar kalau aku tidak boleh melakukan kesalahan lagi, aku tidak mau diky marah besar lagi kepadaku. Aku berusaha untuk menjahui ayu, akan tetapi ayu masih mencari aku, hingga aku kasihan kepadanya. Malam harinya aku main ke rumahnya ayu, ternyata ayu sedang menangis di kamarnya, aku secara diam diam masuk ke kamarnya, dan berusaha untuk menenangkannya. Aku tidak kuasa menahan rasa kasihanku, tiba tiba ayu memeluk aku dengan sangat kencang, dan sambil menangis ia berkata “aku tidak mau kehilangan kamu, jadi kamu jangan pernah meninggalkan aku lagi za…”, aku pun mejawab kata kata itu “ayu, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu lagi, aku juga sangat mencintai kamu, sekarang kamu jangan nangis lagi za…”. Karena terhanyut dalam suasana aku dan ayu tidak menyadari, bahwa dari tadi diky sudah ada disitu. Aku pun berusaha untuk melepaskan tangan ayu dari pelukannya, akan tetapi ayu masih saja memeluk aku, dan tidak mau melepaskan aku. Diky lari keluar rumah sambil menangis dan mengucapkan kata kata kepadaku “dasar, bajingan kamu, katanya sahabat tapi apa..?, kamu mengambil semua itu dariku”. Terdengar suara montor yang sangat kencang, ternyata itu diky, dengan rasa emosi diky melajukan motornya dengan sangat kencang, hingga di tikungan jalan juga terdapat truk yang melaju sangat kencang. Tabrakan pun tidak dapat dihindari. Diky meninggal di tempat kejadian itu. Aku sangat menyesal dengan apa yang aku perbuat selama ini, kematian diky itu gara-gara aku. Hingga akhirnya aku menyimpulkan semua itu bahwa “sahabat itu lebih penting dari pada cinta, dan juga seorang sahabat sejati itu sangat sulit dicari… jadi jangan pernah menyianyiakan seorang sahabat sejati…” Sekian. Cerpen Karangan Sutikno Blog Facebook Tikno_tkj dari SMK 10 NOPEMBER JOMBANG saya sangat suka menulis cerpen… saya bersekoLah di SMK 10 Nopember… Cerpen Antara Cinta dan Persahabatan merupakan cerita pendek karangan Sutikno, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Penyesalan Terakhir Oleh Cahya Mataku Angin pagi berhembus sejuk, aku mengarahkan kursi rodaku menuju balkon kamar, aku tersenyum getir, menatap gumpalan awan putih yang menggelayut di langit biru, seakan ada pusaran yang menarik pasak Berkorban Demi Kakak Oleh Nia Kasih Dialah Silva, anak yang setelah lahir lalu tunanetra. Dia hanya tinggal bersama Kak Salva kakaknya dan Bi Eci pembantunya. Sebenarnya ada ayahnya, tapi dia tak sering ke rumah karena Hilangnya Bintang Itu Oleh Shinta Afinda Pagi yang indah, burung-burung berkicauan. Menyambut hangatnya pagi di pondok suci ini. Semua santriwati menyibukkan dirinya. Entah angin apa yang membawaku semalam. Terbangun dari tidurku, tetesan darah bercucuran dari Berharap Kebesaran Allah Oleh Manda Ms Hari ini ku lalui seperti biasanya… hanya ada satu yang berbeda, sesuatu yang membuatku begitu bahagia.. Yup.. hari ini aku mudik ye ye.. Akhirnya aku bisa melepas semua rinduku… Cinta dan Sahabat Oleh Fidya Istika Pagi ini seperti biasa aku harus menuntut kewajibanku sebagai seorang siswa. Sebenarnya hari ini aku malas sekali untuk sekolah, apalagi harus bertemu dengan Farel setelah kejadian semalam aku jadi “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
Bagi teman-temanyang menyukai cerpen persahabatan cinta SMA, cerpen berjudul “Antara Cinta dan Persahabatan” ini bisa teman baca. Cerpen ini mengisahkan tentang persahabatan yang kemudian hadir rasa cinta didalamnya. Ingin tau kelanjutannya? Ayo simak ceritanya! Cinta merupakan sebuah rasa yang tidak bisa dicegah kehadirannya. Cinta juga bisa merusak sebuah hubungan yang telah dibangun, seperti persahabatan misalnya. Namun, kisah Rhea dan kedua sahabatnya itu tampaknya berbeda. Rhea mempunyai dua orang sahabat yang dekat dengannya sejak masuk SMA, namanya Nissa dan Lio. Seperti persahabatan perempuan dan laki-laki lainnya, Lio juga menyimpan rasa kepada Rhea. Namun, Rhea tidak menanggapinya karena tidak ingin persahabatannya rusak. Selain itu, Rhea juga telah menyukai orang lain, ya Danu yang merupakan siswa baru dikelas mereka. Rhea begitu mengagumi Danu yang telah menolongnya bangun saat ia terjatuh. Sementara itu, Nissa sahabatnya malah menceramahi Rhea, dan mengatakan jika Rhea manja. Karena hal itu, mereka berdua terlibat dalam pertengkaran ringan yang akhirnya dilerai oleh Lio. Ketika Danu berdiri di depan kelas untuk menjelaskan tugas guru yang tadi diberikan kepadanya, Danu tersenyum ke arah bangku Rhea. Rhea yang sejak awal memperhatikan Danu menjadi kegirangan. Namun, ia merasa aneh dengan Nissa, sahabat sekaligus teman sebangkunya yang sama-sama melempar senyum. Segera saja Rhea menyadari jika senyum Danu tadi ditujukan kepada Nissa, bukan kepadanya. Sejak ada Danu, Nissa yang dari dulu suka membawa bekal, sekarang memilih pergi ke kantin bersama Rhea, Lio, dan tentunya Danu. Mereka berempat juga sering terlihat bersama-sama. Saat itu, waktu sepulang sekolah, moodRhea terlihat kurang bagus. Bahkan, Rhea mengabaikan ajakan Lio untuk pulang bersama, padahal Lio telah berusaha keras untuk membujuk Rhea. Melihat hal itu, Nissa pun menghampiri Rhea yang masih berdebat dengan Lio. “Rhe? Kenapa nggak pulang bareng Lio aja? Rumah kalian kan cukup dekat?” Rhea melengos, “Males. Lio suka gombal terus.” Nissa tertawa mendengar gerutuan Rhea. Sementara Lio, malah cengengesan sambil mengacak rambut Rhea. “Apa sih yo!” “Nissa!!” Itu suara Danu yang kini tengah berlari dari ujung koridor sekolah untuk menghampiri Nissa. Nissa pun menoleh dengan pandangan penuh tanya. “Ada apa Dan?” “Ayo pulang bareng Aku.” Sontak saja Nissa mengangguk menyetujui ajakan Danu. Sementara itu, Rhea semakin merasa kesal kenapa Danu bersikap berbeda kepada Nissa. Minggu pagi itu, Nissa mengajak Rhea dan Lio untuk menonton bersama untuk merayakan persahabatan mereka katanya. Awalnya mereka bertiga janjian buat naik mobil. Tapi,tiba-tiba Nissa memberi tahu Rhea jika Danu ikut bersama mereka, dan mereka tidak jadi menggunakan mobil. Dengan terpaksa, Rhea menyetujui pesan Nissa yang mana mengharuskan Rhea untuk dibonceng Lio. Sedangkan Nissa sendiri tentunya bersama Danu. Sepulang dari menonton film, Rhea menjadi kurang bersemangat hingga membuat Lio merasa heran. “Kamu kenapa sih Rhe? Kok kayaknya nggak semangat gitu?” “Aku gapapa kok Yo, cuma kurang enak badan aja.” Lio mengulas senyum cerahnya, “Ya udah, sana gih istirahat.” Ketika Rhea sedang asyik bergelung dalam selimut, tiba-tiba Nissa menelpon Rhea. Nissa memberi tau Rhea, jika Danu tadi meminta Nissa untuk jadi pacarnya. Sontak saja Rhea mematikan panggilan dan menangis tersedu-sedu. Hingga pada malamnya, Nissa datang bersama Lio dan menanyakan perihal Rhea yang tidak bisa dihubungi setelah memutuskan panggilan tadi. “Apa ini gara-gara Aku jadian sama Danu, Rhe?” Rhea hanya diam saja. “Kalau kamu nggak setuju Aku jadian sama Danu, Aku akan putus sama dia Rhe. Aku nggak mau persahabatan kita rusak.” Rhea menggeleng sambil menangis, “Jangan Sa, Aku nggak mau jadi sahabat yang jahat. Aku lebih milih persahabatan kita daripada Danu.” Nissa tersenyum dan memeluk Rhea erat. Sementara itu, Lio menepuk-nepuk kepala Rhea pelan merasa bangga. Sungguh cerpen persahabatan cinta SMA yang sangat mendramalisir ya! Sahabat sejati itu sulit ditemukan, bahkan cinta tidak bisa mematahkan persahabatan yang telah dijalin lama. Ide cerita Originally posted 2019-09-06 125917.
Cerpen Karangan Merry AdcKategori Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan Lolos moderasi pada 11 November 2017 Lisa… biasa namanya dipanggil icha oleh sahabat sahabatnya.. Sekarang lisa sudah kelas tiga di salah satu SMA paling favorit di Jakarta. Terlahir dari kedua orangtua yang mampu, namun sifat lisa sangatlah sederhana. Karena keserhanaannya itu banyak orang yang mau menjadi temannya. Semuanya bisa lisa dapat, populer, sahabat sahabat yang baik, uang dan cita citanya bisa dia dapat, tapi sayangnya tidak dengan kehidupan Cintanya. Dua tahun dia menyukai seseorang tapi sampai sekarang pun dia belum bisa mendapatkan orang tersebut. Bahkan sampai dia lulus SMA. “cha, lo gak ke kantin?…” sapa fanny sahabat lisa. “gue lagi malas fan…” Jawab lisa. “lo kenapa sih… dari kemarin muka lo cemberut terus, kenapa ada masalah?” Tanya fanny lagi. “engga kok fan gue cuman lagi dapet aja…” jawab lisa lagi. “yahh gue kira lo kenapa kenapa? Hmm gak taunya… ya sudah gue ke kantin duluan yah,..” sambung fanny dan langsung pergi meninggalkan lisa di kelas. Seperti biasa kesendirian lisa di kelas hanya bisa dia habiskan dengan menulis diary di buku pribadinya. Selain pintar dalam menyanyi dan bermain aneka alat musik, lisa juga hobby menulis. Dalam buku pribadinya itu, lisa selalu menuangkan semua yang ia rasakan. Termasuk perasaannya kepada Andre. Dari dua tahun yang lalu lisa sudah menyukai Andre, namun tak berani mendekatkan dirinya kepada andre. Andre adalah cowok pertama yang lisa sukai, bahkan bisa dibilang cowok pertama yang lisa cintai. Andre juga sudah kelas tiga seperti lisa yang sebentar lagi akan lulus. Andre adalah ketua team basket di SMA tersebut, sesekali mereka bertemu, walaupun itu hanya dalam forum resmi seperti pengurusan OSIS, selebihnya tidak. Banyak Cewek cewek di sekolah itu yang menyukai andre termasuk fanny sahabat lisa. Lisa tau fanny juga sama seperti dia, tapi fanny lebih agresif dari lisa, di tiap kesempatan fanny selalu mendekati Andre walaupun respon Andre yang sangat Cuek kepada fanny… “Li slo tulis apaan sih…” tiba tiba amel mengagetkan lisa. “haa elo mel, kagetin gue aja lo..” jawab lisa yang langsung menutup buku hariannya. “fanny mana…?” Tanya amel. “ke kantin dia…” Jawab lisa. “kita ke kantin juga yuk… dari pada elo sendiri di sini…” ajak amel. “ya sudah, ayo…” sambung lisa, dan langsung pergi. Sesampainnya di kantin, ternyata fanny sedang duduk di mejannya Andre bersama teman teman andre. “kita duduk di sana aja yam el…” ajak lisa, yang sudah lebih dulu melihat fanny dan andre. “kita gabung aja sama fanny dan teman temannya andre itu…” Ajak amel yang ikut melihat fanny juga. “kita di sini ajalah… kan di sana juga sudah penuh tuuuh…” ucap lisa yang tak mau ikut amel. “cha, amel… sini duku sini aja.” Pangil fanny yang melihat lisa dan amel. “itu kan dipanggil juga, ayo kita ke sana aja…” Ajak amel lagi. Akhirnya dengan sangat berdebar di dada lisa, lisa mengiyakan ajakan amel, dan mereka pun duduk bersama di mejannya andre. Secara tidak langsung lisa dan andre duduk berhadapan. Dan itu sangat memnuat lisa gugup, sampai sampai duduknya saja hanya menunduk, karena tak mau melihat wajah andre. “cha lo kenapa sih, duduk tapi nunduk gitu?” Tanya fanny tiba tiba. “haaa enggak kok gue cuman balas sms nyokap gue aja…” alasan lisa. “pacarnya kali… Cieeee” sambung benny. “apaan sih…” ucap lisa, yang wajahnya mulai memerah. “guys gue cabut duluan. Ben, tom, ikut gak?” ucap andre dan juga mengajak benny dan tommy pergi dari situ. “gue cabut juga deh, dahh amel…” sambung tommy. “dahhh” sambung fanny. Lisa hanya bisa menatap andre, sementara fanny sangat senang karena bisa duduk bersama andre. “yaa ampun cha, amel.. gue seneng banget deh,…” ucap fanny setelah andre dan teman temannya pergi. “kenapa sih lo, seneng banget…” Tanya amel. “lo tau kan? Gue itu suka banget sama andre, haaa gue seneng banget karena gue bisa duduk dan ngobrol sama dia… ya ampun mel… andai saja yah, andre itu jadi pacar gue, pasti hidup gue sempurna banget…” ucap fanny dengan wajah yang sangat bahagia. Entah kenapa hati lisa begitu perih, mendengar ucapan fanny, dia binggung harus bagaiman, di sisi lain dia sangat mencintai andre, tapi sahabatnya juga mencintai andre. “ica,.. kok lo diam lagi sih…” ucap fanny, yang melihat lisa hanya diam terus. “gue gak papa kok fan, gue cuma…” Jawab lisa, “elo pasti juga seneng dong, kalau nanti gue jadian sama andre…” Sambung fanny cepat memotong ucapan lisa. “gue, gue… Ikut senang kok fan, lihat sahabat sahabat gue senang…” jawab lisa dengan senyum memaksa. “oh ujian kita kan sudah selesai nih, dan minggu depan adalah pengumuman lulus kita, gue yakin sih, kita semua bakalan lulus, dan rencana gue adalah kita bertiga harus kuliah bareng bareng, di tempat yang sama. Gue pengen persahabatan kita itu berjalan terus dan gue juga mau kita kuliah di tempatnya andre…” ucap fanny kepada amel dan lisa. “di tempatnya andre? Berarti gue harus lihat andre tiap hari dong? Dan bakalan sakit banget kalau sampai lihat fanny dan andre jadian?” batin lisa. “gimana guys ide gue?” ucap fanny lagi. “ehh gue setuju ide lo… lo gimana lis?” sambung amel yang setuju dengan fanny. “guee, gueee…” ucap lisa masih ragu. “ayolah cha, gue harap elo setuju…” Sambung fanny. “iya, gue setuju kok…” Jawab lisa. “yehhh akhirnya kita semua tetap bersama sama.” Sambung fanny dan memeluk amel dan lisa. Hari pengumuman kelulusan tiba, dan ternyata lisa mendapat peringkat pertama, mereka semua senang termasuk andre dan teman temannya. Mereka semua merayakan kelulusan mereka. Tapi hati lisa sangat kacau, dia harus berhadapan dengan kenyataan di mana dia harus merelakan perasaaanya karena sahabatnya sendiri. Di hari perpisahan putih abu abu, sekolah mengadakan malam perpisahan. “OK guys, mala mini sangat spesial buat kita semua, dan mala mini juga teman kita lisa akan menyumbangkan beberapa buah lagu untuk kita semua. Dan ini dia lisa…” Ucap salah satu siswa di malam perpisahan sekolah. Lisa pun maju di atas panggung dan membawakan beberapa buah lagu. Semua orang memandang lisa dengan kagum. “ternyata lisa pandai nyanyi juga, baru tau gue…” ucap bayu di depan andre dan tommy. Andre hanya diam dan tak menangapi ucapan tommy, dia pun merasakan kagum dengan suara lisa, baru malam itu andre mendengarkan suara lisa, dan tak beranjak dari tempatnya berdiri. Dia terus memandang lisa sampai lisa selesai bernyanyi. Dua bulan kemudian… “Akhirnya guys, sekarang kita hanya pake baju bebas doang, dan tidak terikat dengan seragam sekolah lagi…” ucap amel yang begitu senang bisa masuk kampus setelah masa ospek selsai. “woooww welcome masa bebas gue…” sambung fanny… “hmmm selamat datang penderitaan hati gue” ucap lisa dalam hatinya. Lisa dan teman temannya mengambil jurusan teknik informatika sama sama dengan jurusan yang andre dan teman temannya ambil. “kalau jaman sekolah selama tiga tahun kita gak sekelas sama andre, tapi sekarang kita bakalan sekelas sama dia…” ucap fanny dengan senangnya. “hay, kalian di kelas ini juga…” sapa benny ketika kami masuk dalam kelas itu. “iyalah…” sambung fanny. Andre hanya bisa menatap lisa dan teman temannya tanpa berkomentar, dan fanny langsung duduk di samping andre. “gue duduk sebelah lo yah,” ucap fanny. “duduk aja kali, gak usah tanya gue.” Jawab andre sedikit cuek. Hati lisa sangat sakit melihat andre dan fanny duduk bersama. “hmmm mendingan jaman SMA deh, dari pada sekarang? Berarti gue harus lihat selama empat tahun fanny bareng sama andre dong, haaaa… Mama lisa mau pindah kampus…” Batin lisa. Dan lisa akhirnya duduk dengan amel, sementara benny tetap duduk dengan tommy. Masa masa indah selama kuliah dijalani mereka dengan bahagia, tapi tidak dengan lisa, dia selalu merasa sesak di dadanya kalau melihat fanny berdekatan dengan andre, sementara amel, amel sudah jadian dengan benny… — “tak pernah kubayangkan cinta kan seperti ini, memandangmu… membuatku…” lisa bernyanyi dengan memainkan piano di ruang musik kampus itu. Disaat lisa sedang asyik memainkan piano, tak sadar andre sudah lama berdiri di belakang pintu, melihat dan mendengarkan lisa bermain piano. “suara lo bagus, kenapa berhenti?” sapa andre yang tiba tiba masuk mengagetkan lisa. “elo?” ucap lisa yang mendadak menjadi gugup melihat andre. “iya kenapa lo berhenti memainkan piano itu…?” Kata andre lagi. “gue, gue sudah selesai memainkannya kok, gue pergi dulu yah…” ucap lisa yang sangat kebingungan melihat andre dan mengobrol dengannya. Sebelum lisa keluar dari pintu itu, andre sudah mencegahnya terlebih dahulu, sampai sampai wajah mereka berdua sangat dekat, dan membuat jantung lisa sangat cepat berdetak. “elo bisa memainkannya sekali lagi?” ucap andre dengan pelan, membuat lisa tak mampu menolaknya. Akhirnya lisa memainkan piano itu lagi, dan andre hanya bisa melihat kagum lisa. Entah kenapa ada yang beda dengan andre, dia seperti terhipnotis dengan suara lisa. Hari itu lisa sangat senang, karena biasa bersama andre, dan dia tak bisa melupakan kejadian itu, begitu pula dengan andre. Andre juga sama seperti lisa. Bahkan ketika mereka bertemu mereka selalu salah tingkah dan tak mampu untuk saling menyapa. “ohh ya cha, gue benar benar udah gak sabar deh nunggu andre tembak gue…” ucap fanny, mendadak membuat lisa kaget dan tesedak dengan minumannya. “elo kenapa sih cha, kaget gitu dengar ucapan gue…?” ucap fanny lagi melihat tingkah lisa. “gue, gue… gak papa kok…” jawab lisa. “gue sih ada rencana cha, gue pengen nembak andre entar malam, gimana menurut lo? Yahh gue sih udah gak bisa nunggu lagi cha, gue pengen andre jadi pacar gue?” ucap fanny meminta pendapat lisa. “bagaimana mungkin gue bisa melarang lo fan? Gue sebenarnya sakit banget mendegar ucapan lo fan? Tapi gue gak bisa buat apa apa…” Batin lisa. “cha, chaa… Yah elo kok malah bengong sih? Gimana?” Tanya fanny membangunkan lamunan lisa. “itu, itu… apan lo yakin fan? Maksud gue, apa lo…” Gue yakin kok caha, andre juga suka sama gue,” sambung fanny memotong ucapan lisa. “gue harap juga begitu fan..” ucap lisa yang hampir menangis. Malam itu fanny memutuskan untuk menembak andre duluan, fanny mengajak andre buat ketemuan. Dan fanny pun tanpa basa basi menyatakan perasaaannya. “dre, gue sebenarnya suka sama lo…” Ucap fanny blak blakan di depan andre. “haaaa?” ucap andre kaget mendengar pernyataan fanny. “iya, dari kita masih SMA gue sudah suka sama lo, tapi gue gak berani nembak elo, dan sekarang gue benar benar yakin dre sama perasan gue dan gue juga harap lo suka sama gue…” jelas fanny. “fan, gue hargain perasaan elo, tapi maaf banget, gue sudah sayang sama orang lain fan, gue minta maaf gak bisa balas perasaan elo, gue harap elo gak marah ya, gue yakin elo bisa dapat seseorang yang lebih tepat dari gue…” ucap andre menjelaskan perasaannya ke fanny. “jadi, jadi elo gak suka sama gue? Dan elo…?” ucap fanny yang mulai meneteskan air matanya. “gue minta maaf sama lo fan tapi gue gak bisa.” Jelas andre lagi. Andre pun pergi dari tempat itu. “andre tunggu…” Panggil fanny menghentikan langkah andre. “Siapa cewek itu ndre?” Tanya fanny. “elo gak harus tau siapa dia,” jawab andre dan langsung pergi. Fanny benar benar sangat terpukul karena cintanya baru saja ditolak oleh andre, dan dia masih terus bertanya siapa cewek yang disukai andre selama ini? “fan, elo kenapa nanguis sih…” tanya amel, Fanny menelepon amel dan lisa buat ketemuan. “gue ditolak andre mel…” jawab fanny dengan tetap menagis. “haaa elo nembak andre fan? Kok bisa sih…” Ucap amel yang kaget, karena baru tau fanny nembak andre. Berbeda dengan lisa yang sudah tau dari awal, tapi lisa bingung apa dia harus senang atau sedih dengan keadaan itu. “elo ditolak?” Tanya lisa. “iya cha, andre bilang dia sudah suka sama cewek lain, tapi dia gak bilang siapa cewek itu!” ucap fanny menjelaskan. “haaa andre sudah suka sama cewek lain? Tapi siapa? Jadi…” batin lisa. “lis, pokoknya gue harus tau siapa cewek itu, gue…” Ucap fanny. “sabar yah fan…” Ucap amel. Lisa terus menerus berpikir tentang cewek yang disukai andre, dia merenung terus di ruang musik, sesekali memainkan piano. Tapi pikirannya sangat kacau. “elo di sini lagi?” ucap andre mendadak. “andre?” sapa luna balik yang kaget melihat andre. “elo bisa meaminkan sebuah lagu buat gue?” pinta andre. “lagu?” ucap lisa yang masih bingung dengan permintaan andre. “iya lagu, gue pengen denger lo nanyi.” Ucap andre yang sudah tepat berdiri di depan piano lisa. Lisa pun akhirnya memainkan sebuah lagu, lisa tak mampu menolak keinginan andre. Tapi… Dibalik pintu, ada fanny di sana. Fanny melihat andre tak mampu memalingkan pandangannya dari lisa. Fanny sangat sakit melihat lisa dan andre berduaan. Pikirinnya kacau saat itu, dan berlari pergi. “oh yah, lagunya sudah selesai.” Ucap lisa membangunnkan lamunanan andre. “ohh kamu sudah selesai. Ya sudah gue pergi dulu yah…” ucap andre yang mulai salah tingkah. “Kenapa andre jadi lain gitu yah?” batin lisa. “seneng yah, yang sekarang lagi dekat sama andre?” ucap fanny yang mendadak masuk. “fanny? Elo…” ucap lisa kaget. “gue sudah lihat semunya kok lis, gue gak nyangka, teman gue sendiri nusuk gue dari belakang?” ucap fanny sinis. “maksud lo apaan sih fan, gue nusuk lo apa?” ucap lisa yang binggung dengan ucapan fanny. “kalian di sini, gue dari tadi nyariin kalian,” ucap amel yang juga sudah berada di situ. “kalian kenapa?” Tanya amel yang bingung dengan amarah fanny. “gue lihat andre gak bisa berhenti natap lo lis, atau jangan jangan elo cewek yang dimaksud andre? Jadi selama ini elo menyembunyikan semuannya lis, iyaaa, jawab gue lisa, jawab…” ucap fanny yang mulai menagis dan berteriak di hadapan lisa. “fan gue gak ngerti apa maksud lo, tadi andre cuman minta gue menyanyi fan gak lebih dari itu?” ucap lisa menjelaskan. “fan maksud lo apa sih? Dan lo juga lis, andre kenapa sih?” sambung amel yang masih belum mengerti kenapa lisa dan fanny bertengkar. “lisa, mel, dia sudah berkhianat sama gue, dia rebut andre dari gue, dan dia juga alasan kenapa andre nolak gue.” Ucap fanny dengan masih emosi. “apa? Jadi…” ucap amel. “bohong, itu gak benar mel, gue gak pernah rebut andre dari lo fan… lo sahabat gue, tapi kenapa lo gak percaya sama gue?” ucap lisa yang mulai meneteskan air mata. “fan, lisa gak mungkin deh rebut andre dari lo, mungkin tadi itu cuman kebetulan doang…” jelas amel menenangkan fanny. “gue kecewa sama lo lis…” Ucap amel dan langsung pergi… “gue, gak rebut andre dari fanny mel, tadi itu andre cuman minta gue menyanyi itu doang…” Jelas lisa ke amel. “gue tau kok, mungkin fanny cuman masih sedih doang, dan gak terima kalau ada orang lain yang dekat sama andre apalagi sahabat sendiri, gue akan bantu jelasin ke fanny kok, lo tenang aja yah…” ucap amel menenangkan lisa. Cerpen Karangan Merry Adc Blog / Facebook Merry Rapar / Maria Merry Rapar Cerpen Antara Sahabat Dan Cinta Part 1 merupakan cerita pendek karangan Merry Adc, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Sebuah Cinta Yang Tak Terduga Part 1 Oleh Wicha Alvionita Pagi ini aku terbangun dari tidur nyenyakku mendengar alarmku berbunyi perlahan aku membuka mataku dan langsung meraih alarm yang ada di samping tempat tidur. Aku melihat waktu telah menunjukkan Matahari Baru Oleh R. Nugraha Aku adalah anak sma yang masih belajar tentang cinta. Aku menjalin hubungan dengan elsa teman sma ku yang menjadi matahari yang selalu menyinariku. 1 tahun yang telah kulaluli penuh Salah Paham Oleh Sabilla Pada suatu hari, hiduplah seekor Kelinci di suatu taman. Ia hidup bersama-sama dengan Kucing, Kucing adalah sahabatnya yang sangat setia. “Mengapa aku sering terkena penyakit seperti ini?” Ucap si Perjuangan Tanpa Pandang Bulu Oleh Sekar Arum Purbarani Memulai hari baru dengan sebuah senyum yang tersimpul dari bibir mungilnya. Tidak salah lagi senyuman yang ikhlas dari lubuk hatinya terpancarkan lagi setelah sepekan dia terbelenggu oleh perasaan bersalahnya Sahabat Terbaik Oleh Enia Helga Pratiwi Hay guys perkenalkan namaku adalah Avril. aku akan menceritakan tentang sahabat baikku. Orang di dunia ini pasti mempunyai sahabat. Bila orang di dunia ini tidak mempunyai sahabat. pasti hidupnya “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
cerpen antara sahabat dan cinta